Putra Lampung, LAHIR tahun 1973 Ayah Anisah dan Arum sari, Istri bernama Arnasih, Tahun 1991 merantau ke jakarta dan Tahun 2021 (MENIKAH), PERIODE 1991 S/D 2012 DI CIJANTUNG DAN 2013 AWAL SD SEKANG BEKERJA DI PT. PANATA BAYU NUGRAHA dengan iringan doa SELALU BERSYUKUR, BERAMAL SHOLEH, BERAKHLAKULKARIMAH, MENJADI USWATUN HASANAH, DAN INSYAALLAH KEMBALI KESISINYA DENGAN KEADAAN KHUSNUL KHOTIMAH, DALAM RAHMAT, TAUFIQ, HIDAYAH DAN RIDHO ALLAH SWT.
22 Jan 2026
BERITA DUKA CITA 21 JAN 2026
8 Des 2025
TULISAN DARI SAUDARA SAYA YANG BERADA DI ACEH
TULISAN DARI SAUDARA SAYA
YANG BERADA DI ACEH
DAN DI KUTIF DI FACEBOOK
BELIAU
https://www.facebook.com/profile.php?id=1775014737&locale=id_ID
SEMOGA MUSIBAH INI CEPAT
BERLALU , MAJU BANGKIT KEMBALI AMIN YA ROBBAL ALAMIN.
Ya Rabb sehatkan Badan
hamba ... agar bisa melanjutkan membersikan rumah dari terjangan musibah banjir
ini yg datang dari mu ya Rabb .. sudah sepekan lebih kami masih belum bisa
kembali ke rumah kami ... semoga engkau ampuni kami dan mudahkan utusan kami ....[Aceh
Utara]
"Jangan tanya kabar
kami di Aceh ... tapi kami sgt membutuhkan bantuan saat ini ... kami butuh uang
dan makanan untuk bertahan hidup di pengungsian... tak ada bantuan yg mengalir
dr Saudara2 kami yg tdk bernasib seperti kami ... (Zul, Gampong Keude Geudong
Kec. Samudera Acrh Utara) ...![]()
![]()
![]()
"Bantuan makanan dan
minuman sgt dibutuhkan oleh Masayarakat yg musibah banjir hari ini .. tolong
pemerintah salurkan segera beras dan lain2 kepada kepala desa agar di bagikan
perkepala keluarga .. di suruh beli dr mana uang ... entah kemana ATM dan lain2
sdh tak punya ... bantulah saudara2 kita ini yg do Aceh utara ..
"Musibah Banjir yg
terjadi di Sumatera khususnya Provinsi Aceh cukup Parah ... air yg mengenangi
rumah penduduk sampai atas tarlihat lagi oleh Air ... banyak masyarakat yg tak
sempat menyelamatkan diri, pada akhirnya bertahan dimana mereka berada sampai
berjam2 dan berhari2 ... dan di Aceh hampir semua kab/kota ... Kenapa
pemerintah pusat tdk menetapkan bencana Sumatera ini sebagai bencana Nasional
... miris sekali sama negara ... pemerintah provinsi dan daerah sdh tdk mampu menangani
bencana ini ... jalan terputus logistik atau bantuan via darat tdk bisa masuk
... salah satunya ya melalui udara ... bgm ini negara .. sdhlah ... kalian urus
aja kepentingan laen ...
"Musibah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara Serta Sumatera Barat ...
Semoga segera mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat ... Anggota
DPR RI mana Suara kalian buat mereka yg di pelosok sana mengalami musibah
Banjir ... Viralkan mereka jgn ribut dan rame kalian pas mau PEMILU SAJA ..
Semoga Allah selamatkan
kami .... Warga Keude Geudong , Kab. Aceh Utara
" Aceh Utara dan Sekitarnya dilanda Banjir akibat
curah hujan yg tinggi ... Pemerintah Aceh jgn sibuk ngurusi Beras Impor ...
Segera berikan bantuan bagi Wilayah yg terdampak Banjir ...
21 Mei 2024
18 Jul 2023
PROF. DR. IR. M. AMIN AZIZ
Prof. Dr. M Amin Aziz lahir di Geudong Pase, Aceh Utara pada tahun 19361. Beliau merupakan salah seorang pelopor ekonomi syariah di Indonesia dan dikenal sebagai salah seorang pendiri Bank Muamalat Indonesia, bank syariah pertama di Tanah Air yang menjadi pembuka jalan bagi penerapan sistem ekonomi syariah di sini2.
Prof. Dr. M Amin Aziz adalah salah seorang pelopor ekonomi syariah di Indonesia1. Beliau dikenal sebagai salah seorang pendiri Bank Muamalat Indonesia, bank syariah pertama di Tanah Air yang menjadi pembuka jalan bagi penerapan sistem ekonomi syariah di sini1. Selain sebagai pendiri Bank Muamalat, Amin Aziz juga tercatat sebagai pendiri Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK)1.
Amin Aziz meraih gelar M.Sc Sosiologi Pedesaan di University of the Philippines Los Baños, Filipina pada tahun 1974, dan meraih gelar Ph.D ekonomi pertanian di Iowa State University, AS pada tahun 19782.
Beliau berpulang ke Sang Pencipta pada tanggal 23 Juli dalam usia 78 tahun di Jakarta1. Almarhum meninggal karena sakit3. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya. Amin.
Prof. Dr. M Amin Aziz adalah salah seorang pelopor ekonomi syariah di Indonesia1. Beliau dikenal sebagai salah seorang pendiri Bank Muamalat Indonesia, bank syariah pertama di Tanah Air yang menjadi pembuka jalan bagi penerapan sistem ekonomi syariah di sini1. Selain sebagai pendiri Bank Muamalat, Amin Aziz juga tercatat sebagai pendiri Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK)1.
Amin Aziz merupakan penggagas sistem ekonomi syariah yang juga sekaligus sebagai pendiri Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) untuk daerah Aceh disebut dengan nama Baitul Qiradh (BQ)2. Langkah pertama beliau lakukan dalam mendirikan bank syariah di Indonesia adalah dengan cara mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendukung program mulia tersebut2. Setelah mendapat dukungan, maka satu hari sebelum Musyawarah Nasional (Munas) MUI dilakukan lokakarya yang bertemakan “Masalah Bunga Bank dan Perbankan” pertengahan Agustus 1990 di Cisarua, Bogor, yang Ketua Panitianya Amin Aziz dan Sekretaris Saifuddin Rasyid2.
Amin Aziz juga dikenal sebagai orang yang sangat memperhatikan ekonomi kerakyatan dan bagaimana cara menanggulangi kemiskinan3. Beliau telah mengambil prakarsa penting dalam perkembangan serta kemajuan ekonomi keislaman di indonesia4.
Dengan demikian, Prof. Dr. M Amin Aziz telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia melalui perannya sebagai pendiri Bank Muamalat Indonesia, LPPOM MUI, ICMI, PINBUK, serta melalui perjuangannya dalam menanggulangi kemiskinan dan memperhatikan ekonomi kerakyatan.
Bank Muamalat Indonesia adalah bank umum pertama di Indonesia yang menerapkan prinsip Syariah Islam dalam menjalankan operasionalnya1. Bank ini didirikan pada tanggal 1 November 1991, yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia1.
Ide untuk mendirikan Bank Muamalat Indonesia tercetus dalam sebuah lokakarya MUI bertema “Masalah Bunga Bank dan Perbankan” yang diadakan pada pertengahan Agustus 1990 di Cisarua, Bogor1. Hasan Basri, selaku Ketua Umum MUI membawakan masalah itu ke Munas MUI yang diadakan akhir Agustus 1991. Munas MUI itu memutuskan agar MUI mengambil prakarsa mendirikan bank tanpa bunga1.
Untuk itu, dibentuk kelompok kerja yang diketuai oleh Sekjen MUI waktu itu HS Prodjokusumo. Dilakukan lobi melalui BJ Habibie hingga akhirnya Presiden Soeharto menyetujui didirikannya Bank Muamalat Indonesia (BMI)1. Bank Islam yang terbentuk disepakati bernama Bank Muamalat Indonesia (BMI). “Muamalat” dalam istilah fiqih berarti hukum yang mengatur hubungan antarmanusia1.
Bank Muamalat mulai beroperasi pada tahun 1992, yang didukung oleh cendekiawan Muslim dan pengusaha, serta masyarakat luas1. Pada tahun 1994, telah menjadi bank devisa. Produk pendanaan yang ada menggunakan prinsip Wadiah (titipan) dan Mudharabah (bagi-hasil). Sedangkan penanaman dananya menggunakan prinsip jual beli, bagi-hasil, dan sewa1.
Saat ini Bank Muamalat dimiliki oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH, 82,65%), Andre Mirza Hartawan (5,19%), dan sisanya dimiliki oleh masyarakat/publik1. Hingga September 2022, saham BPKH naik dari sebelumnya yang sebesar 78,46% pada saat awal pemilikan di tahun 2021. Sebelumnya Bank Pembangunan Islam (IDB) sempat menjadi pemegang saham bank ini1.
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di ujung utara pulau Sumatera. Provinsi ini terdiri dari 18 kabupaten dan 5 kota, dengan total 290 kecamatan dan 6.497 gampong1. Berikut ini adalah daftar 18 kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam:
- Kabupaten Aceh Barat
- Kabupaten Aceh Barat Daya
- Kabupaten Aceh Besar
- Kabupaten Aceh Jaya
- Kabupaten Aceh Selatan
- Kabupaten Aceh Singkil
- Kabupaten Aceh Tamiang
- Kabupaten Aceh Tengah
- Kabupaten Aceh Tenggara
- Kabupaten Aceh Timur
- Kabupaten Aceh Utara
- Kabupaten Bener Meriah
- Kabupaten Bireuen
- Kabupaten Gayo Lues
- Kabupaten Nagan Raya
- Kabupaten Pidie
- Kabupaten Pidie Jaya
- Kabupaten Simeulue
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di ujung utara pulau Sumatera. Provinsi ini terdiri dari 18 kabupaten dan 5 kota1. Berikut ini adalah daftar 5 kota di Nanggroe Aceh Darussalam:
- Kota Banda Aceh
- Kota Langsa
- Kota Lhokseumawe
- Kota Sabang
- Kota Subulussalam
























































