1 Okt 2026

MENGENAL TOKOH LAMPUNG RAJA ADAT SEKALIGUS JENDRAL POLISI


 

Jenderal Polisi Sekaligus Raja Adat! Inilah Profil Brigjen (Purn.) Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Lampung

Sosok Brigadir Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hj. Edward Syah Pernong, S.H. gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 merupakan figur langka dan istimewa di Indonesia. Ia adalah perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berprestasi di bidang reserse sekaligus pimpinan adat tertinggi (Saibatin Pangeran) dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong, Lampung yang bertahta sejak 1989.

Dalam rekam jejak kepolisiannya, jenderal bintang satu lulusan non-Akpol ini diamanahi berbagai posisi strategis, hingga puncak karier strukturalnya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung. Posisi Kapolda Lampung tersebut kemudian dilanjutkan oleh sang adik sepupu, Brigjen Pol. Ike Edwin. Usai mengemban amanat sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka purna tugas pada akhir 2015, Edward Syah Pernong terus mendedikasikan dirinya mengayomi masyarakat adat.

Latar Belakang Akademis dan Awal Karir Kepolisian
Lahir pada 27 Januari 1958, Edward Syah Pernong menuntaskan pendidikan resminya hingga meraih gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1983. Berbekal ijazah sarjana hukum tersebut, ia mengawali pengabdian di institusi Polri melalui jalur Sekolah Perwira (Sepa Polri).

Perjalanan karirnya terbilang luar biasa. Pada tahun 1984, ia ditempatkan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan langsung dikirim menempuh Pendidikan Kejuruan Reserse (Dikjur Serse). Ketajaman analisis hukum dan keberaniannya di lapangan menjadikannya salah satu perwira reserse yang diperhitung sejak awal dinas.

Sederet Prestasi Reserse dan Penghargaan dari Presiden
Usai menuntaskan Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa Dikreg XX 1992), Edward Syah Pernong ditempatkan di Polda Metro Jaya sebagai Kasubnit I Reserse Umum. Tak butuh waktu lama, dalam hitungan bulan ia dipercaya menduduki jabatan Kasat Reserse Polres Metro Bekasi.

Di wilayah hukum Bekasi, keberhasilannya dalam mengungkap berbagai tindak kejahatan besar menarik perhatian nasional. Atas prestasi lapangannya yang gemilang, Presiden Soeharto secara khusus mengundangnya ke Istana Negara untuk menganugerahkan penghargaan Lencana Adhi Satya Bhakti.

Mendobrak Stigma Non-Akpol Hingga Meraih Bintang Satu
Karier kepemimpinan Edward Syah Pernong terus melesat hingga menduduki jajaran jabatan bergengsi tingkat Perwira Menengah (Pamen), di antaranya:

Kapolres Metro Bekasi

Kapolres Metro Jakarta Barat

Kapolwiltabes Semarang

Keberhasilannya menembus pangkat Brigadir Jenderal Polisi menjadi pencapaian yang sangat istimewa dan langka bagi seorang perwira kepolisian yang mengawali kariernya dari jalur Sepa Polri (Non-Akpol).

Menjaga Keseimbangan Hukum dan Tradisi Adat
Selain rekam jejak kepolisian yang mumpuni, peran utamanya sebagai Sultan Kepaksian Pernong di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak—yang berpusat di Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat—menjadikan dirinya jembatan pemersatu antara penegakan hukum modern dan kearifan lokal (local wisdom).

Pendekatan kepemimpinannya yang mengawinkan ketegasan reserse, pengayoman hukum, serta keluhuran adat Minak Muakhi menjadikan sosok Brigjen Pol. (Purn.) Edward Syah Pernong sebagai tokoh yang sangat dihormati, baik di lingkungan Polri maupun di tengah masyarakat adat Lampung.

Sumber: Wikipedia

#EdwardSyahPernong #SekalaBrak #SultanSekalaBrak #TokohLampung #KapoldaLampung #ResersePolri #KepaksianPernong #ProfilTokoh #LampungBarat #BeritaTerkini #PurnawirawanPolri #RajaAdat

Tidak ada komentar: